Selasa, 07 Februari 2012

APAKAH ANDA PERSISTENCE?

 

Awal tahun saatnya merencanakan target baru untuk dicapai tahun ini, hal ini didasari oleh kegiatan tahunan sebelumnya yaitu melakukan appraisal terhadap kinerja dan pencapaian tahun lalu. Pasti ada yang bersorak, senang karena target yang dibuat pada awal tahun kemarin dapat terwujud, namun beberapa orang mungkin menyadari pencapaian kurang memuaskan sehingga harus menerima penilaian yang kurang memuaskan. Salah satu hal yang mendorong terlaksananya target adalah usaha keras untuk mencapai target tersebut dengan strategi yang tepat. Setiap sukses yang besar selalu disertai oleh usaha yang persistence.

Thomas Alfa Edison melakukan percobaan berkali-kali dan seringkali mengalami kegagalan namun karena adanya dorongan untuk terus berusaha akhirnya dapat menghasilkan penemuan besar seperti lampu pijar.

Ketika menghadapi kesulitan dalam mengerjakan sesuatu, apa yang anda rasakan? perasaan ingin berhenti atau mundur dari usaha tersebut karena beratnya hambatan untuk mencapai hasil atau sebaliknya, terus berusaha karena hal ini penting buat anda dan anda menetapkan komitmen untuk tetap berusaha sampai mencapai hasil yang diinginkan. Disaat berhadapan pada situasi seperti di atas kemampuan mental kita untuk terus bertahan dan berusaha dalam menghadapi hambatan, kesulitan yang dihadapi saat mengerjakan sesuatu disebut "persistence". Persistence adalah kemampuan untuk tetap teguh pada apa yang dilakukan dan tetap semangat meskipun merasa ingin berhenti. Persistence yang membuat seseorang tetap bergerak maju atau bertahan apapun terjadi untuk mencapai tujuannya dengan mencoba mengatur kembali rencana, mencoba terus sampai tujuannya tercapai.

David Mc Clelland mengemukakan salah satu ciri individu yang memiliki Need for Achievement yang tinggi adalah memiliki "persistence". Individu tersebut tidak cepat menyerah dan berusaha untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Sejalan dengan hal ini, Paul G. Stolz dalam bukunya Adversity Quotient menyatakan adanya pengakuan seseorang terhadap hambatan yang dihadapi sehingga dapat memikul tanggung jawab terhadap hambatan tersebut, menyadari jangkauan tantangan yang dihadapi dapat mempengaruhi kehidupan atau bidang lainnya, daya tahan untuk dapat menyelesaikan masalah segera (endurance) yang ditunjukan dengan sikap dan perilaku yang menganggap kesulitan bersifat sementara sehingga perlu selalu optimis dan semangat dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Stolz membagi beberapa orang menjadi 3 golongan yaitu :

Quitters, individu yang berhenti berusaha, tidak berani menerima tantangan lebih.

Campers, berusaha terlebih dahulu, lalu berisitirahat sejenak dan karena adanya rasa nyaman kemudian tinggal dan tidak meneruskan usaha.

Climbers, berusaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan, tidak berputus asa menghadapi hambatan dan menganggap tantangan sebagi  

                peluang.

Seseorang yang persistence tentunya memiliki karakteristik climbers. Persistence sendiri tidak sama dengan keras kepala karena seseorang yang persistence perilakukanya diarahkan oleh tujuan yang jelas dan rencana tindakan yang matang dalam melaksanakan usahanya.
Bagian dari persistence adalah disiplin diri dan komitmen, maka untuk meningkatkan persistence adalah dengan meningkatkan 2 hal yang mendorong kecendrungan ini keluar yaitu, pertama meningkatkan intrinsic enjoyment dan kedua meningkatkan toleransi kita terhadap kesulitan. Pertama jangan melakukan pekerjaan yang kamu tidak sukai atau pekerjaan yang membuat kamu tidak semangat melakukannya, ambil jurusan sesuai dengan minat, jangan menerima suatu pekerjaan yang kamu tidak sukai karena faktor selain interest kamu sendiri misalnya karena factor gaji. Kedua jangan abaikan feedback terhadap performance karena hal ini akan memberikan gambaran mengenai bagaimana pekerjaan saat ini. Ketika menghadapi hambatan fokuslah dalam apa yang dikerjakan dan targetkan hasilnya, tetaplah focus dan nikmati pekerjaan tersebut dan apabila mengalami hambatan coba atur kembali rencana atau strateginya. Kedua, saat melakukan sesuatu tetapkan satu tujuan yang akan dicapai dan lakukan hal tersebut secara maksimal, jangan ragu. Tanpa tujuan yang jelas dalam pekerjaan akan dapat membingungkan dalam menentukan langkah menuju keberhasilan. Saat menghadapi kesulitan coba ambil satu motivasi yang menguatkan untuk tidak putus asa dan usahakan berusaha terlebih dahulu sebelum berhenti dan berharap hal tersebut berhasil dengan sendirinya. Bagaimana seorang atasan meningkatkan persistence bawahannya,

Seseorang dapat menunjukan Persistence apabila memiliki komitmen untuk menyelesaikan pekerjaannya, jadi mari kita focus menyelesaikan pekerjaan, tetap menjadi seorang climber sejati karena dengan inilah kita dapat mencapai target kita di tahun depan. " Winner never quit, quitter never wins", if at first you don't succeed, try, try again" .

 

Sumber :  Nara-Momang

 

 

 

Regards,

Mengapa Sebelum Bekerja Kita Perlu Berdoa?


 

Hore, Hari Baru!
Teman-teman.

Diantara semua hal baik yang pernah diajarkan oleh orang tua, pasti terselip tentang doa. Semua orang tua pasti mengajari anak-anaknya untuk berdoa. Mungkin kita jarang berdoa, tetapi kita pun ingin agar anak-anak kita belajar berdoa. Minimal, kita pun berdoa pada saat sembahyang. Atau, paling tidak; kita pasti berdoa saat sedang menghadapi kesulitan. Anda, mungkin termasuk orang yang rajin berdoa setiap hari. Mungkin juga tidak. Apapun itu, tidak menjadi masalah bagi saya. Tetapi sekarang, izinkan saya untuk mengajak Anda berdoa setiap kali hendak berangkat ke tempat kerja.

"Awali dan akhiri segala aktivitas kerja kita dengan doa." Itu saja? "Dan, pastikan bahwa selama mengerjakannya kita mencurahkan yang terbaik untuk pekerjaan kita." Maka doa menjadi salah satu kunci menuju kualitas pribadi yang mumpuni. Bagi Anda yang tertarik untuk menemani saya belajar menemukan makna dibalik doa yang kita ucapkan sebelum bekerja, saya ajak untuk memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intellligence berikut ini:

 

1. Doa mencerminkan rasa syukur pada pekerjaan.

Pekerjaan yang kita miliki adalah anugerah. Namun, kita sering tidak menyadarinya. Nikmat pekerjaan sering terhalang oleh kurangnya pendapatan, perlakuan buruk dari atasan, omelan menyakitkan dari pelanggan, kemacetan di jalan dan berbagai macam hal lainnya. Tidak heran jika setiap kali pergi ke kantor, berasa berat hati kita. Kita lupa, bahwa pekerjaan ini adalah anugerah yang tiada tara. Sekarang, cobalah bayangkan; bagaimana seandainya kita tidak memiliki pekerjaan itu. Apakah sudah ada alternatif lain yang bisa menjadi sumber penghasilan? Pekerjaan kita ini bukan sekedar bisa memberi penghasilan untuk memenuhi kebutuhan fisik belaka. Penghasilan itu juga sangat menentukan 'harga diri kita'. Bukankah orang-orang yang tidak punya penghasilan sering disepelekan oleh lingkungan? Ternyata, pekerjaan ini bukan sekedar memberi kita pemenuhan kebutuhan materi, melainkan juga menjaga harga diri kita. Maka patutlah jika kita mensyukurinya. Doa itulah ungkapan rasa syukur kita. Mulai sekarang, sebelum pergi ke kantor, biasakanlah untuk berdoa, dan katakanlah;"Tuhan, terimakasih telah Engkau berikan anugerah pekerjaan ini kepadaku. Izinkan hamba untuk merengkuh hidup dan meraih nafkahmu melalui pekerjaan hari ini."

 

2. Doa melindungi kita dari rasa kecewa.

Ketika berdoa, kita menyerahkan segala urusan kepada Sang Maha Pencipta. Itu berarti kita berkomitmen untuk menerima apapun yang diputuskan olehNya untuk diri kita. Maka jika selama bekerja hari itu, ada sesuatu yang mengecewakan hati, kita akan tetap menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada. Meski atasan Anda marah-marah. Walau bawahan Anda mengesalkan. Biarpun pelanggan Anda memaki-maki. Namun, doa yang tadi pagi Anda panjatkan melindungi hati Anda dari rasa kecewa. Jika tadi pagi Anda belum sempat berdoa, sekarang berdoalah. Dan buktikan sendiri, bahwa dengan doa itu hati Anda akan semakin lapang. Tidak ada cara lain untuk membuat hati tenteram, kecuali dengan selalu mengingatNya. Melalui doa itu, kita menunjukkan kepada Tuhan bahwa kita selalu mengingatNya. Dan dengan doa itu, hati kita terlindung dari rasa kecewa.

 

3. Doa menumbuhkan semangat untuk melayani.

Tidak masalah jenis pekerjaan apapun yang Anda tangani. Sales, finance, HR, manufacturing, marketing, legal, apapun. Semua pekerjaan yang berbeda-beda itu mempunyai inti fungsi yang sama, yaitu; melayani. Pekerjaan kita adalah melayani orang lain. Coba perhatikan, apakah yang saya katakan itu benar? Anda bertugas untuk melayani orang lain, bukan? Bahkan sekalipun setiap hari Anda selalu berkutat dengan benda mati; komputer, mesin, kertas-kertas. Tetapi, Anda melakukan semua itu untuk menghasil sebuah produk atas jasa yang bisa melayani orang lain. Mungkin ada yang melayani orang lain di luar kantor, ada juga yang melayani orang di dalam perusahaan. Makanya kita mengenal external maupun internal customer. Bahkan sekalipun Anda sudah menjadi manager dan direktur, tugas Anda tetap melayani orang lain. Doa yang kita panjatkan tadi itu, merupakan komitmen kepada Tuhan bahwa kita akan mengerjakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Artinya, kita bertekad untuk melayani orang lain dengan sebaik-baiknya. Maka pada hari ini, Anda pasti memperlakukan orang lain dengan sebaik-baiknya. Mengapa? Karena Anda sudah berkomitmen kepada Tuhan, untuk memperlakukan mereka sebaik mungkin. Maka pantas, jika Tuhan pun memperlakukan Anda dengan sebaik-baiknya.

 

4. Doa menghalangi kita dari perbuatan tercela.

Kepada orang-orang yang berhasil menjaga dirinya dari perbuatan tercela Tuhan memberikan reward yang tidak ternilai harganya, yaitu; menjadikan dia pribadi yang mulia. Bayangkan, kita dijadikan oleh Tuhan sebagai pribadi yang mulia hanya karena kita menghindari perbuatan tercela. Tengoklah, fakta hidup disekitar kita. Tidak peduli setinggi apapun jabatannya, seseorang yang melakukan perbuatan tercela pasti hina dihadapan orang lain. Kita tidak pernah menaruh respek kepada pejabat tinggi yang perilakunya tidak senonoh, bukan? Semua perilaku buruk kita di tempat kerja bukan seluruhnya datang dari dalam diri kita, melainkan dikompori oleh syetan. Hanya ada satu cara untuk selamat dari godaannya, yaitu berlindung kepada Tuhan. Doa yang pagi tadi kita panjatkan, menghalangi kita dari perbuatan tercela. Mengapa? Karena kita akan merasa malu jika menodai niat baik untuk bekerja dihadapan Tuhan itu, dengan perilaku buruk ditempat kerja. Atau perbuatan-perbuatan nista lainnya di di jam kerja.

 

5. Doa menjadikan pekerjaan kita bernilai ibadah.

Berapa banyak gaji yang Anda terima? Tidak peduli sebanyak apapun itu, tapi belum tentu sepadan dengan pengorbanan yang Anda berikan. Waktu Anda yang tersita. Kepentingan keluarga Anda yang dinomorduakan. Perasaan dan gengsi Anda yang dikorbankan. Bahkan sampai resiko kematian. Semua sudah Anda pertaruhkan. Di beberapa lokasi kerja, kita menemukan orang yang cedera, bahkan sampai kehilangan nyawa. Santunan miliaranpun belum tentu sepadan dengan pengorbanan kita. Maka dari itu, kita harus berani 'menaikkan' imbalan itu tanpa harus bergantung kepada persetujuan managemen. Apa ada imbalan yang dinaikkan tanpa tergantung pada manajemen? Ada. Yaitu imbalan yang Anda minta dari Tuhan. Bahkan jika sampai mereka meninggal karena bekerja, mereka dijamin mendapatkan pahala terbaik disisiNya. Sungguh, doa yang kita panjatkan setiap pagi sebelum berangkat bekerja menjadikan segala sesuatunya bernilai ibadah.

Doa itu sangat sederhana. Tetapi implikasinya sarat dengan makna. Orang yang mengawali kerjanya dengan doa, tidak pelit untuk mengerahkan semua daya dirinya. Orang yang berdoa sebelum bekerja berani menunjukkan yang terbaik dari dirinya. Mereka melakukan itu bukan hanya sekedar menyenangkan para stakehordernya; melainkan dia sedang menyenangkan Tuhannya. Maka, mari dari sekarang kita belajar memulai pekerjaan dengan doa. Sebelum melangkahkan kaki ke tempat kerja, berdoalah. Maka pekerjaan kita hari itu, akan bernilai ibadah.


(Sumber :  Dadang Kadarusman)

10 Cara Agar Bahagia di Tempat Bekerja

 

Apa yang Anda cari dalam pekerjaan Anda? Bisa jadi jawabannya adalah gaji, promosi, atau kedudukan. Tapi sudahkah itu membuat Anda bahagia? Alih-alih bahagia, terkadang pekerjaan membuat seseorang stres, putus asa, bahkan tidak bahagia.

Penulis buku ternama Happiness at Work, Srikumar Rao, belum menegaskan uang atau jabatan bukan kunci kebahagiaan saat bekerja. "Hambatan terbesar untuk bahagia ada dalam keyakinan Anda," kata Rao di laman Forbes.com belum lama ini.

Menurut Rao, ada 10 cara sederhana agar tetap bahagia dalam bekerja. Berikut ini penuturannya.

1. Lakukan pekerjaan sebaik mungkin.
Ketika sesuatu yang buruk terjadi, jangan menyalahkan diri sendiri. Sebaliknya, ketika membuat kesalahan, menyadari tanpa menghakimi. "Lakukan apa yang harus Anda lakukan," katanya.

2. Belajar menghadapi keterpurukan.
Rao mendefinisikannya sebagai latihan ketahanan ekstrem. Sebagian orang bisa dengan cepat mengatasi keterpurukan, tapi sebagian lainnya bisa sangat lambat. Nah, tidak ada gunanya menuduh diri tak berguna. "Berlatihlah untuk melakukan hal-hal yang besar," katanya.

3. Jangan dendam.
Dendam terhadap bos atau rekan kerja bisa membuat seseorang tidak bahagia. Inilah salah satu kunci sukses Anda bahagia dalam pekerjaan Belajarlah memaafkan kesalahan orang lain.

4. Pantang cemburu.
Cemburu atau iri terhadap kesuksesan orang lain bukan solusi. Dunia tidak sesempit daun kelor. Berpikirlah positif karena yang terjadi pada seseorang akan terjadi juga pada diri Anda.

5. Temukan gairah bekerja pada diri Anda.
Fokus pada pekerjaan Anda kini. Dan galilah kemampuan sebanyak-banyaknya. Anda bekerja untuk diri sendiri, bukan bekerja karena terpaksa.

6. Introspeksi diri.
Anda bisa membayangkan masalah-masalah yang telah Anda selesaikan beberapa tahun lalu, dan berkaca untuk menatap masalah yang akan datang. Ini bisa membantu Anda menemukan perspektif baru.

7. Hindari berkhayal.
Biasanya seseorang berkhayal melakukan pekerjaan yang ideal menurut pikirannya. Bukan tidak boleh, tapi pola pikir ini harus diubah agar tidak berbenturan dengan kondisi Anda kini.

8. Mementingkan proses, bukan hasil.
Terkadang hasil yang Anda inginkan tak sesuai dengan kenyataan. Jika terlalu fokus terhadap tujuan, kekecewaan bisa membayangi Anda. Kebiasaan mementingkan proses ini merupakan investasi kebahagiaan.

9. Tidak egois.
Pikirkan tentang orang lain karena kesuksesan Anda juga ditentukan sekeliling Anda.

10. Pekerjaan berat bukan beban, tapi latihan untuk maju.
Tak ada sesuatu bisa dicapai dengan mudah. Anggap beban pekerjaan yang menumpuk di hadapan Anda sebagai proses latihan untuk berpijak ke tahap selanjutnya.

(Sumber : TEMPO Interaktif)

Ketahuilah, Pemimpin Efektif Tak Hanya Pandai Bicara


 

Ketika kita ada di posisi pimpinan, kita mestinya tahu bahwa kita bertanggung jawab atas segenap orang yang kita pimpin. Orang-orang yang kita pimpin akan melihat kita untuk mendapatkan petunjuk dan kekuatan. Adalah tanggung jawab seorang pemimpin, untuk membangkitkan inspirasi orang-orang di sekelilingnya sehingga mereka akan mendorong dirinya sendiri yang kemudian akan mendorong keseluruhan organisasi untuk mencapai cita-citanya. Untuk menginspirasi ini, kita harus menunjukkan arah melalui tindakan.

Mahatma Gandhi adalah contoh pemimpin yang selaras antara perbuatan dan perkataannya. Dia berkomitmen untuk memprotes ketidakadilan melalui jalan tanpa kekerasan dan secara konsisten menjalankan prinsip itu, betapa beratpun tantangannya. Dia memimpin pengikutnya melalui tindakan dan pengikutnya melakukan hal yang sama. Gandhi akhirnya berhasil memimpin mereka, dan India, mencapai kemerdekaannya.

Seandainya Gandhi sekali saja melakukan perkelahian fisik pada lawannya, tentu pesan pentingnya tentang protes tanpa kekerasan akan jauh lebih sulit dipercaya sesudah itu. Pengikutnya akan melihat dia dengan penuh curiga dan tidak percaya. Kemungkinan para pengikutnya untuk terlibat dalam perdebatan fisik dan tindak kekerasan akan meningkat secara dramatis.

Demikian pula dengan orang-orang yang kita pimpin. Bila kita berkata satu hal dan melakukan hal yang lain, kemungkinan besar orang-orang yang kita pimpin tidak akan mengikuti kita dengan antusias. Apapun yang kita katakan akan dipandang dengan penuh kecurigaan dan keraguan. Orang-orang yang kita pimpin tidak akan percaya bahwa hal yang kita lakukan adalah yang terbaik.

Pemimpin yang baik, mendorong orang-orang yang dipimpinnya untuk maju dengan penuh gairah, inspirasi, keterpercayaan dan visi. Ketika kita memimpin orang yang tidak mempercayai kita, produktivitas akan turun dan antusiasme akan hilang. Visi yang dengan susah payah ingin kita realisasikan akan kehilangan daya tariknya, semua hanya karena orang-orang yang kita pimpin tidak mempercayai pemimpinnya lagi.

Semoga kita bisa menjadi pemimpin yang punya keselarasan antara perbuatan dengan perkataan.

Menjadi pemimpin yang efektif tidaklah mudah. Perlu upaya dan pendekatan agar bawahan dapat dengan suka rela mendukung efektivitas Anda. Bagaimana caranya?

Para pakar manajemen sumber daya manusia sering mengungkapkan bahwa pemimpin efektif adalah pemimpin yang dapat mempengaruhi bawahannya secara positif sehingga bawahan dengan senang hati mau dan mampu bekerja sama untuk pencapaian tujuan bersama. Meski pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah, sejatinya masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi efektifitas seorang pemimpin, yakni sikap bawahannya.

Bawahan yang efektif adalah bawahan yang dapat memahami pemimpinnya secara positif sehingga pemimpin dengan senang hati mau dan mampu bekerja sama untuk pencapaian tujuan bersama. Setidaknya ada empat faktor yang mempengaruhi seseorang untuk menjadi bawahan yang efektif.

Pertama adalah sikap proaktif. Bawahan yang proaktif adalah bawahan yang bertanggungjawab, tidak hanya menunggu perintah dari pemimpin dan mampu melakukan prioritas kerja. Intinya, bawahan proaktif adalah bawahan yang mampu bekerja secara mandiri.

Kedua, berpikir kritis. Bawahan yang baik tidak berarti 'nurut' saja apa kemauan dari pimpinan. Berpikir kritis sangat dibutuhkan untuk memahami secara jelas apa kemauan pemimpin. Tujuan yang telah disepakati pemimpin dan akan mempermudah bawahan dalam mengimplementasikan tindakan-tindakannya.

Ketiga, asertif yakni keberanian untuk berkata 'tidak'. Hal ini memang sulit dilakukan oleh bawahan. Tapi keberanian untuk berkata 'tidak' dengan disertai alasan jelas memang harus dilakukan bila keasertifan tersebut mendukung nilai-nilai yang dianut oleh organisasi. Sedangkan faktor keempat adalah menghargai perbedaan. Seperti pemimpin, bawahan juga perlu menghargai perbedaan yang timbul dari hubungannya dengan pemimpin. Bila pendapat mereka dianggap tidak relevan, kemukakan alasan yang masuk akal.

Adapun bagi pemimpin, ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitasnya, yaitu:

Komitmen
Salah satu ukuran efektif tidaknya seorang pemimpin ditunjukkan oleh komitmennya terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi. Tujuan organisasi biasanya ditunjukkan dengan visi yang ingin dicapai perusahaan baik dalam jangka pendek (2-5 tahun) maupun jangka panjang (5-10 tahun). Sedangkan nilai-nilai organisasi ditunjukkan dengan perilaku/ tindakan yang perlu dilakukan dalam mencapai tujuan organisasi tersebut.

Integritas
Integritas merupakan kesesuaian tindakan pemimpin dengan prinsip atau paham yang dianut perusahaan. Konsistensi integritas ini penting mengingat organisasi adalah kumpulan karyawan yang memilih karakteristik beda tapi memiliki tujuan dan nilai yang sama.

Motivasi
Selain memotivasi diri sendiri, pemimpin juga perlu memotivasi bawahan dalam melakukan pekerjaannya. Seorang pemimpin, tanpa dukungan bawahan tidak akan pernah mencapai tujuan perusahaan. Disini peran pemimpin adalah menunjukkan dukungan dan respek terhadap apa yang telah dilakukan bawahan.

Menghargai Perbedaan
Menghargai perbedaan adalah salah satu tindakan yang paling sulit dilakukan oleh seorang pemimpin. Hal yang perlu disadari adalah bahwa tidak semua 'kemauan' pemimpin benar. Oleh karena itu, pendapat dari bawahan adalah penting untuk didengarkan. Bila pendapat mereka dianggap tidak relevan, kemukakan alasan yang masuk akal. Namun bila pendapat mereka benar, harus pula diakui kebenarannya.

Pakar psikologi sumber daya manusia, Zainun Mu'tadin, Spsi., Msi., dalam sebuah ulasan di e-psikologi.com menyatakan bahwa permasalahan yang seringkali dialami para supervisor / manager atau atasan, bukanlah terletak pada kemampuan teknis dalam mengerjakan tugas di lapangan tetapi lebih pada kemampuan managerial untuk membangun semangat kerja para bawahannya. Artinya para supervisor / manager baru tersebut banyak yang tidak siap ketika diberikan tanggung jawab membimbing, melatih, memotivasi dan menilai kinerja para bawahannya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas, Zainun memberikan beberapa tips sebagai berikut:

Jadilah Pendengar yang Baik

Carl Rogers, seorang pakar di bidang psikologi, pernah berkata bahwa penghalang yang terbesar untuk melakukan komunikasi pribadi adalah ketidaksanggupan seseorang untuk mendengarkan dengan baik, dengan penuh pengertian dan perhatian kepada orang lain. Jika anda diberi tugas untuk membimbing dan melatih seseorang maka hal ini merupakan salah satu hal terpenting yang harus diingat.

Ketika anda sedang berbicara dengan bawahan anda jagalah agar anda tidak terlalu banyak bicara, melainkan lebih banyak mendengarkan keluhan dan masukan dari bawahan anda. Kesediaan untuk mendengar akan memberi kesempatan kepada bawahan untuk mengutarakan keinginan dan pendapatnya.

Dengan mendengar berarti anda memperhatikannya, anda mempunyai suatu perhatian yang konstruktif mengenai masalah yang dihadapi olehnya, di mana mungkin anda selaku atasan mempunyai alternatif solusi yang dibutuhkan orang tersebut.

Dengan demikian akan tercipta rasa aman dan nyaman sehingga bawahan anda lebih mau terbuka terhadap saran-saran yang diberikan. Selain itu mendengarkan seseorang yang secara bebas berbicara tentang dirinya sendiri merupakan jalan terbaik untuk mengenal lebih jauh siapa lawan bicara kita tersebut. Meskipun demikian mendengarkan tidaklah selalu berarti bahwa anda percaya terhadap segala yang anda dengar. Tentu saja untuk dapat menjadi pendengar yang baik dibutuhkan kesabaran dan kerendahan hati.

Kita sering melakukan kesalahan dalam menginterpretasi dan menilai hasil kerja seseorang sebagai akibat dari suatu pandangan dan pengetahuan yang dangkal sekali tentang pekerjaan orang tersebut. Seringkali kita menjumpai seorang atasan yang mengharapkan bawahannya melakukan sesuatu yang sebenarnya bukan merupakan kapasitasnya. Jika mengambil perumpamaan hal tersebut adalah ibarat mengharapkan pohon mangga menghasilkan buah durian. Mustahil bukan? Akibatnya tidak sedikit bawahan yang menjadi frustrasi dan bahkan tidak "respect" terhadap atasan karena atasan demikian dinilai tidak tahu apa pekerjaan bawahannya sebenarnya (padahal ia seharusnya tahu).

Jika anda adalah seorang atasan maka sudah seharusnya anda mengetahui apa yang wajib dan baik untuk dikerjakan atau diselesaikan bawahan anda. Anda juga harus dapat mengetahui secara pasti apakah bawahan anda mengerjakan tugas dengan suatu cara atau jalan yang aman yang dapat diterima oleh perusahaan. Jika ternyata bawahan anda dapat menyelesaikan tugas-tugas dengan cara-cara yang dapat diterima tetapi tidak sesuai dengan cara anda, maka sedapat mungkin biarlah ia menggunakan cara tersebut.

Jangan cepat-cepat mengkritik atau pun memaksanya untuk melakukan menurut cara anda. Sebaliknya jika ia temyata tidak dapat menyelesaikan tugasnya, maka anda perlu melakukan suatu perubahan. Langkah awal dalam melakukan perubahan tersebut adalah dengan membuat suatu persetujuan antara anda dan bawahan mengenai hal-hal yang mendasar dari pekerjaan tersebut.

 

Sumber: www.suaramedia.com

Senin, 06 Februari 2012

Memulai Bisnis Online dengan Facebook

sumber: http://bisnisukm.com/memulai-bisnis-online-dengan-facebook.html

ilutrasi bisnis online dengan facebook 213x200 Memulai Bisnis Online dengan FacebookPopularitas facebook yang semakin meningkat, ternyata tidak disia – siakan para pelaku bisnis online. Para pengguna facebook yang tersebar hingga ke berbagai negara, dijadikan sebagai peluang pasar yang bagus bagi para pelaku bisnis. Berbagai peluang bisnis berusaha memasarkan produk mereka melalui situs jejaring tersebut.

Di Indonesia, popularitas facebook mampu bersaing dengan popularitas google. Sebelum ada facebook, google menjadi tujuan utama masyarakat saat menggunakan internet. Namun sekarang ketika orang menggunakan internet, mereka cenderung lebih sering membuka facebook dibandingkan membuka google. Hal ini memberikan prospek cerah bagi pelaku bisnis online, untuk memasarkan produknya. Sebab selain menggunakan website dan blog, mereka dapat memulai bisnis online dengan facebook.

Selain digunakan sebagai ajang menjalin pertemanan dengan semua orang, facebook juga banyak digunakan orang untuk menjalankan bisnis toko online mereka. Beberapa pengusaha sengaja memasarkan produknya dengan mengunduh gambar produk ke account facebook mereka. Disamping itu mereka juga menggunakan aplikasi lain yang ada di facebook untuk membantu pemasaran produk, misalnya saja aplikasi events untuk menyebarkan berita kepada konsumen tentang event atau acara yang akan menjadi agenda perusahaan Anda. Atau aplikasi catatan pada facebook yang dapat digunakan untuk menginformasikan tentang perkembangan bisnis yang Anda jalankan. Ada juga aplikasi video dan photo yang bisa digunakan untuk mengunduh gambar produk, bukan hanya itu saja masih ada aplikasi discussion board yang bisa membantu Anda untuk berinteraksi dengan para konsumen dan rekan kerja lainnya. Cara ini ternyata cukup efektif dan membantu pemasaran produk yang dipasarkan.

pemasaran bisnis dengan facebook  244x200 Memulai Bisnis Online dengan FacebookMencoba peluang bisnis online melalui facebook terbilang cukup mudah dan murah. Oleh karena itu banyak pemula bisnis online yang menggunakan situs ini untuk memulai bisnisnya. Karena untuk membuat account facebook tidak dipungut biaya alias gratis. Disamping itu mudahnya menjalankan bisnis online melalui facebook, membuat persaingan bisnis di facebook juga cukup besar. Untuk itu Anda harus tekun dan kreatif untuk menawarkan produk. Berikut kami berikan tips sukses pemasaran produk melalui facebook :

a. Rajin menulis status yang berisi iklan menarik dan unik, kata – kata pada status Anda menjadi daya tarik bagi konsumen untuk mengunjungi facebook Anda.

b. Melakukan pemasaran dengan mengunduh  foto dan video produk ke facebook Anda. Peluang datangnya pesanan berasal dari gambar – gambar produk yang ditawarkan.

c. Membuat fitur album untuk foto dan video produk. Pisahkan produk ready stock dengan produk yang sudah sold out. Sehingga konsumen mengetahui mana produk yang masih bisa dipesan, dan mana produk yang sudah habis terjual.

d. Untuk menawarkan produk Anda, bagikan foto maupun video produk kepada para pengguna facebook ( gunakan aplikasi tag ). Cara ini selain untuk memasarkan produk, juga bertujuan untuk mengenalkan alamat toko online Anda.

e. Cantumkan alamat dan no telepon yang dapat dihubungi konsumen, sehingga konsumen percaya dengan keberadaan bisnis Anda.

Mudahnya menjalankan bisnis online melalui facebook, cocok bagi para pemula yang ingin mencoba bisnis melalui internet. Semoga cara ini dapat bermanfaat dan salam sukses.


Sumber gambar : http://blog.offshoring.com/wp-content/uploads/2010/05/Facebook-Internet-Marketing.jpg dan http://www.toputop.com/blogs_images/Facebook-Marketing.jpg

Bisnis ebook, semakin menjanjikan

sumber bisnis UKM

Apa saja Kelebihan Bisnis Ebook?

produk ebook bisnis 200x200 Apa saja Kelebihan Bisnis Ebook?Perkembangan teknologi yang semakin canggih, ternyata berhasil mengubah kebiasaan masyarakat dalam membaca buku. Jika dulu mereka hanya bisa membaca dengan buku cetakan, sekarang masyarakat bisa membaca buku melalui  media elektronik. Ebook atau elektronik book adalah buku yang dikemas dalam bentuk digital, bukan dalam bentuk cetakan menggunakan kertas. Sehingga masyarakat bisa membacanya melalui media seperti computer, laptop, PDA, bahkan dari layar handphone dengan tipe tertentu.

Semakin hari peminat ebook terus meningkat, sehingga banyak pelaku bisnis online yang memilih untuk menjalankan bisnis ebook. Untuk mencoba bisnis ebook juga tidak membutuhkan banyak modal, bahkan bisa dibilang bisnis ini tanpa modal. Karena modal utamanya hanya berupa tulisan atau informasi bermanfaat yang dibuat dengan media elektronik. Selain itu cara membuat ebook juga cukup mudah, ada beberapa format yang dapat digunakan untuk memproduksi ebook antara lain melalui adobe PDF, Executable (Exe), Plain text (ASCII), Microsoft word (doc) dan RTF, HTML, XML atau help (Hlp).

Namun yang sering digunakan dalam pembuatan ebook adalah format PDF. Karena cara pembuatannya sangat mudah, sama dengan membuat document di Microsoft word dan disimpan dalam format PDF. Sebagian pelaku bisnis ada yang melengkapi ebooknya dengan password tertentu, ini untuk menjaga keamanan produk. Hanya dengan format PDF yang ada dikomputer, banyak pelaku bisnis ebook yang berhasil menjual produknya hingga berbagai daerah, dan keuntungannya pun cukup besar.

Menekuni bisnis ebook memang tidak ada ruginya, malahan memberikan banyak keuntungan  baik bagi konsumen maupun bagi pelaku bisnis ini. Apa saja kelebihan bisnis ebook? Berikut ulasan selengkapnya :

ilustrasi bisnis ebook 250x178 Apa saja Kelebihan Bisnis Ebook?1. Kelebihan bisnis ebook bagi pelaku bisnis

-  Pembuatan ebook modalnya sangat kecil, yang terpenting kualitas tulisannya

-  Proses distribusi produk juga tidak sulit, dan tidak membutuhkan ongkos kirim. Karena ebook bisa langsung didownload atau dikirimkan melalui email maupun pesan elektronik lainnya

-  Keuntungan yang sangat besar, hampir 100%. Karena tidak ada biaya kirim dan modal pembuatan ebook

-  Resiko bisnis juga sangat kecil

-  Penjualan juga bisa diatur secara autopilot, sehingga Anda tinggal menikmati hasil penjualan ebook

-  Mendapat pengakuan dari masyarakat, karena kualitas ebook yang dipasarkan cukup diminati konsumen. Bahkan membuka peluang kerjasama dengan beberapa pihak lainnya.

-  Membangun loyalitas pelanggan, melalui ebook yang Anda ciptakan. Semakin berkualitas ebook Anda, maka konsumen akan semakin sering membeli produk Anda dan tak ragu lagi menjadi pelanggan tetap.

2.   Kelebihan ebook bagi konsumen

-  File ebook lebih mudah disimpan, dibandingkan buku cetakan. Puluhan ebook bisa disimpan menggunakan CD, flashdisk, maupun mp3. Sehingga lebih efektif untuk dibawa, daripada membawa 10 buku cetak dalam waktu yang bersamaan.

-  Harga ebook cenderung lebih murah dari buku cetak. Karena produksinya tidak membutuhkan kertas, tinta, maupun biaya cetak

-  Konsumen tidak perlu datang langsung ke sebuah toko untuk membeli ebook, cukup membuka internet dan mencari ebook yang dicari, kemudian mendownloadnya atau produsena akan mengirimkannya melalui email setelah konsumen malakukan pembayaran.

Masih banyak lagi keuntungan yang diberikan bisnis ebook, bagi pelaku usahanya maupun bagi para konsumennya. Jika Anda tertarik dengan bisnis online, tak ada salahnya jika Anda mencoba untuk menjalankan bisnis ebook yang sangat menguntungkan ini. Sekian informasi dari kami, semoga bermanfaat dan salam sukses.
Sumber gambar : Tim Bisnis UKM

Senin, 30 Januari 2012

Kunci Kejayaan Bangsa Indonesia, Tidak ada yang lain lagi

by adhin busro

Kejujuran semakin langka ditemukan dikalangan bangsa Indonesia apalagi para pemimpinnya. Ketidak jujuran rakyat dimulai dari ketidak jujuran para pemimpinnya. Para pemimpin bangsa Indonesia mayoritas berperilaku tidak jujur seperti melakukan korupsi, kolusi, manipulasi, suap dan sebagainya. Memprihatinkan bagi rakyat dan bangsa Indonesia..

Kalau zaman sekarang terkadang kita pusing, Para politisi ngomongnya selalu berubah-ubah setiap waktu, jadi tidak adanya kesatuan antara kata dan perbuatan, mereka tidak jujur dan hanya menjadi lip service belaka. Kita berlindung kepada Allah dari tidak satunya ucapan dengan perbuatan. Naudzubillah min dzalik

Rakyat sudah putus asa lagi putus harapan terhadap yang terhormat pemimpin kita. Rasa-rasanya sudah mau muntah, jijik melihat tingkah polah pemimpin yang kotor. Mulutnya manis semanis madu tapi hati dan tindak-tanduknya busuk seperti bangkai. Mungkin terlalu berlebihan, namun begitulah yang rakyat rasakan. Yang setuju bilang setuju, yang tersinggung biarlah tersinggung

Saya amati kita sudah lupa dengan namanya dosa dan balasan akhirat. Penyakit cinta dunia dan takut mati merasuk dalam jiwa bangsa. Keislamannya hanya sampai tenggorokan saja. Pantaslah Allah SWT menurunkan azab dengan berbagai bencana silih berganti tak henti-henti. Sunami, gunung meletus, gempa adalah beberapa fenomena alam yang tidak kuat menanggung dosa negeri pertiwi ini. Kesenjangan sosial, kemiskinan, pembunuhan, pemerkosaan dan lain-lain ibarat makanan yang tiap hari kita tonton. Miris rasanya hati ini melihat kondisi bangsa yang amat memprihatinkan.

Banyak yang mengaku pandai dan pintar mencoba menyusun formula untuk kesejahteraan bangsa. Apalah itu yang namanya program-program kesejahteraan, pengentasan kemiskinan dll yang pada intinya program-program dangkal yang makin menjauh dari solusi yang di tawarkan Al Qur'an. Solusi Thogut terus dipertahankan... Solusi yahudi di bela sampai mati, solusi Qur'an di buang. Hebat sekali si Yahudi.. Apakah anda melihat ada perbaikan? Nothing. yang ada hanyalah tambah miskin dan tambah kacau negeri ini.

Hey, tengoklah Al Qur'an. Lihat surat Al A'raf 96. Jelas dan gamblang syarat sebuah negeri bisa jaya dan makmur hanyalah 2 hal, yakni beriman dan bertaqwa. Iman artinya percaya bahwa kepada Allah saja, bahwa hasil akhir Allah yang tentukan. tentunya dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah Maha Kuasa untuk menjadikan Negeri ini jaya dan Makmur.  Terapkan apa-apa yang memang di perintahkan Allah. Hukum Allah tegakkan bukan hukum thagut. Faham???

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada me-reka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendus-takan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka di-sebabkan perbuatan mereka sendiri". (Al -A'raf: 96).


Hai para pemimpin negeri. Kami rakyat Indonesia menyerahkan kepemimpinan bangsa kepada anda. Berpegang teguhlah kepada metode atau cara Allah SWT dalam memimpin negeri ini. Sekali-kali bukan hukum taghut yang selama ini kalian percayai dan bela sampai mati. Insya Allah negeri ini aman sentausa. 

"baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofuur." Suatu negeri yang sejahtera makmur dan dinaungi Allah Yang Maha Pengampun. Alangkah indahnya jika kita bertekad menuju kesana. Kita bisa berpedoman pada firman Allah: "Andaikan penduduk negeri beriman dan bertaqwa, niscaya Kami akan bukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi."

Manakala beriman dan bertaqwa kepada Allah, dijamin akan dibukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi. Allah SWT akan menurunkan hujan secara teratur yang membuat tanah menjadi subur yang diperlukan manusia. Namun manakala umat dibawa dan diarahkan kepada ganguan iman dan taqwa, niscaya keinginan untuk mencapai negara makmur dan sejahtera hanya impian belaka dan mustahil bisa tercapai,

Namun yang kami lihat anda wahai pemimpin negeri Indonesia telah melukai hati kami. Sungguh kami menangis tak berdaya melihat kelakuan engkau yang bak binatang. Sikut sana sini saling telikung. Yang bisa kami lakukan adalah semoga anda bertaubat sebelum terlambat. Jika anda masih melukai kami ingatlah, kami tidak henti-hentinya berdoa kepada Allah SWT untuk di timpakan azab kepada anda dengan kehinaan dunia Akhirat. Semoga Allah mengganti anda-anda semua dengan generasi pemimpin baru yang beriman dan bertaqwa. Yang mengasihi dan menyayangi rakyat dan bangsanya secara tulus.

Minggu, 22 Januari 2012

KEBANGKITAN ISLAM (1)

Assalamu'alaikum wr.wb.                     KEBANGKITAN ISLAM (1)     Pencanangan kebangkitan Islam di abad ke-15 Hijriah atau abad ke-21 telah disepakati banyak pemimpin Islam. Bahkan dalam beberapa konferensi Islam ditutup dengan tekad membang- kitkan Islam dalam abad ini--termasuk juga organisasi besar Islam seperti OKI memproklamirkan abad ke-21 ini sebagai masa bangkitnya gaung kebudayaan Islam di Bumi.     Hari ini, kurang lebih 13 tahun berlalu, kini kita telah memasuki tahun 1413 H, gaung kebangkitan Islam tetap nampak dan iramanya menembus daerah Asia Tenggara, melalui Malaysia merambat ke Indonesia. Dalam khutbah-khutbah Jum'at, dalam diskusi-diskusi, tema kebangkitan Islam sering ditampilkan. Gemuruhnya nampak terasakan. Namun pertanyaannya, apakah ke- bangkitan Islam hanya seperti itu saja ? Hanya dalam bentuk khutbah Jum'at atau diskusi panel atau tableq akbar ? Sebenarnya apa dan bagaimana kebangkitan Islam ini bisa di- wujudkan dalam bentuk kenyataan yang merealitas ? Insha Allah tulisan ini menjadi bahan masukan.  BUKAN UTOPI     Kebangkitan Islam, bagi ummat Islam tak lain dipandang sebagai bangkit dan membuminya nilai-nilai Islam. Islam seba- gai ideologi, Islam sebagai sumber moral, Islam sebagai ilmu yang haq, dan Islam sebagai aturan hidup, secara terpadu di- bangkitkan dan bangkit di Bumi. Islam tidak lagi dipandang melulu sebagai bahan kajian, objek ilmu yang tak terpaut dengan realitas, tetapi dianggap sebagai konteks dimana ke- hidupan berlangsung. Dengan demikian, bersama kebangkitan Islam, dalam realitas muncul kebudayaan dan peradaban Islam dengan cahaya anggunya menyinari bumi dan manusia, mengarah- kan dan mengayomi kehidupan manusiawi. Hukum-hukum Allah men- dapat tempat yang utuh dan tepat, diterapkan dalam kenyataan. Keadilan ditegakkan, al haq dibesarkan. Maka kendali kepe- mimpinan dunia beralih pada ummat, melalui penumbangan hegemoni Barat.     Dalam garis ini, maka kebangkitan Islam tidak lain dari kebangkitan ummat. Dimana ummat berkuasa menentukan jalan hidupnya sendiri, menetapkan kebijaksanaan intern sendiri, serta berkuasa akan penetapan hubungan-hubungannya sesuai dengan kehendaknya, sesuai dengan apa yang digariskan pencipta Yang Agung. Ummat berhak akan jalan hidupnya, se- bagaimana yang diyakininya. Ummat tidak lagi diserang dan dirongrong dengan konsep-konsep yang berbeda dengan jati dirinya. Ummat tidak lagi ditekan dan dipaksa untuk meme- nuhi kepentingan politik dan budaya orang lain. Ummat ti- dak lagi dijajah, bukan hanya secara fisik tapi secara budaya dan ideologis oleh orang lain. Dengan demikian, maka kebangkitan Islam adalah kebangkitan ummat, kebebasan dari dunia Barat, kebangkitan harga diri.     Harga diri ummat, kebanggaan (izzah), tak lain muncul dari pemahaman akan jati diri, dan jati diri yang cemerlang saja yang akan membawa kebanggaan. Sebagaimana para sahabat terdahulu demikian berbahagia dan bangga dengan Islam, meski mereka kurang baik dari segi materi maupun peradaban.     Ummat di hari ini belum seberapa memiliki harga diri, masih dibelenggu rasa rendah diri (inferior complex), karena kekalahan dalam setiap lapangan. Bukan saja kekalahan dilapangan fisik, namun juga intelektual. Bukan saja kekalah- an di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebudayaan, tapi juga kekalahan dalam hal pemahaman terhadap jati diri. kekalahan ini demikian parah, bahkan telah lebih parah dari penghinaan.     Saudara kita di Palestina, dengan sisa-sisa kekuatan, anak- anak dan ibu-ibu berjuang dengan lemparan batu dan jepretan ketapel. Bayangkan, hanya dengan alat-alat yang sederhana, dengan alat-alat seperti itu intifhadah bertahan dan mencoba mencari simpati dunia. Bosnia dengan pembantaian membabi-buta, sungguh memilukan, mengiris dan menyayat-nyayat kalbu kita. Tidakkah mereka itu dipandang sebagai manusia lagi oleh Barat dan musuh-musuh Islam ? Kehormatan dan harga diri telah ter- campakkan pada tempat yang terbawah, terhinakan. Belum sele- sai ini semua menyusul Somalia.     Kekalahan di bidang informatika melengkapi semua kekalahan- kekalahan ini. Maka bukan saja informasi bermanfaat tak sam- pai ke telinga kaum muslimin, bahkan informasi menjadi hilang maknanya. Yang ada hanyalah informasi hasil rekayasa yang di- abdikan untuk kepentingan kelompok tertentu. Maka ketika kata " Islam " diucapkan, citra yang ada hanya sekelompok orang/ masyarakat terbelakang , fanatikdan bodoh, kasar, teroris, masyarakat yang senang berperang, ajaran yang ditegakkan de- ngan pedang, yang menganjurkan beristri 4, yang menyuruh ber- puasa 1 bulan penuh, yang tidak boleh minum alkohol. Islam ditampilkan dengan wajah kotor dan keras. Pemutar-balikan in- formasi pun tak luput menimpa para pemimpin Islam. Tokoh Zia ul Haq (semoga Allah ridla kepadanya) dikesankan sebagai tokoh yang kasar lagi jahat, padahal dia lah yang melaksanakan perbaikan dan berusaha menegakkan Islam di Pakistan. Gammal Abdul Nasser dipopulerkan, ditokohkan, padahal dia lah yang menghukum gantung tokoh Islam seperti Hassan al Bana dan Sayid Qutb (semoga Allah ridla kepada jundullah ini).     Citra buruk inilah yang memerosotkan harga diri. Dan sebagian kita yang tak tahan, segera mengcounter dengan argumen- tasi apologis, yang justru malah semakin mencerminkan sikap rendah diri, bahkan mengingkari Al Qur'an.     Lalu, dapatkah dengan kondisi separah ini Islam bangkit ? Tidakkah ini hanya sebuah utopi ?     Allah tidak akan mengubah nasib seseorang, suatu kaum atau suatu bangsa kalau orang itu, kaum itu, atau bangsa itu tak berkehendak untuk mengubahnya. Kalau ummat mau, dengan bantuan Allah kebangkitan Islam insyaallah akan dapat diraih. Dengan demikian kata "mau" ini mesti diartikan dalam bentuk ikhtiar yang tak kenal lelah. Kebangkitan Islam bukanlah khayalan be- laka, bukan sebuah utopi. Dia bisa mewujud, kalau konsep yang jelas serta dicontohkan oleh tauhidul uswah, rasulullah, dimi- liki dan dijalankan dengan istiqomah.     Barat mungkin akan menilai lain. Bagi mereka issue kebang- kita Islam ditanggapi dengan studi gejala untuk ini dan hasilnya didiskusikan diantara mereka untuk kepentingan mereka. Manakala dipersepsikan ummat bahwa kebangkitan Islam adalah mewujudkan lagi masyarakat Madinah, maka kata utopis diberikan para orientalis untuk persepsi ini.     Dengan demikian dapat difahami, bahwa kebangkitan Islam adalah project ummat, dalam skala ummat, kerja ummat dan hanya ummat saja yang bertanggungjawab atasnya. Terpengaruh dengan ejekan  Barat hanya akan menyurutkan langkah. Dan sekali lagi mesti dikatakan bahwa jati diri mesti terus digali sehingga cahayanya terpancar menepis keraguan, memberi semangat, dan kmembangkitkan harga diri.  bersambung...  Wallahu'alam bissawab  abu zahra  

Rabu, 21 Desember 2011

Presiden SBY: Indonesia Harus Bangkitkan Kejayaan Islam

Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap Indonesia dapat menjadi garda terdepan untuk kebangkitan kembali kejayaan peradaban Islam. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia seharusnya dapat menyumbang banyak untuk membangkitkan kembali peradaban emas Islam seperti 14 abad silam. Harapan ini disampaikan Presiden SBY dalam pidatonya pada peringatan Isra Miraj 1431 di Istana Negara, Jumat (9/7) malam.

"Negara-negara Islam di dunia juga meletakkan harapan kepada bangsa kita sebagai salah satu pemimpin kebangkitan kembali kejayaan Islam di abad ke-21," ujar Presiden SBY, seperti ditulis Antara. Peradaban Islam sesungguhnya adalah bagian dari puncak peradaban manusia yang dapat tumbuh berdampingan dengan peradaban umat lainnya di dunia secara damai.

Presiden SBY meminta masyarakat Indonesia harus berperan aktif dan menjadi pelaku dalam kemajuan dunia Islam. Umat Islam di Indonesia dan umat Islam dari negara lain juga harus aktif berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban dunia.

Ajaran Islam, lanjut Presiden SBY, juga membawa tata nilai dan budaya yang berorientasi pada perilaku dan cara pandang kreatif, inovatif, dan berkeadaban. Ini semua dapat melahirkan tatanan masyarakat maju dan berpengetahuan. "Tata nilai dan budaya yang luhur dari Peradaban Islam itu yang harus terus kita wariskan dan kita kembangkan," ujar Presiden SBY.(ULF)

Merindukan Kerajaan Nusantara Abad-21

Indonesia dulu pernah jaya dan disegani oleh dunia, ketika itu diwakili oleh Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 dan Majapahit pada abad ke-14. Pada masa jayanya kerajaan Sriwijaya menguasai seluruh Sumatera, sebagian Jawa, bahkan hingga semenanjung Melayu. Jalur perdagangannya jauh menyeberangi lautan hingga ke negeri Cina dan India serta Sri Lanka. Oleh karena itu Kerajaan Sriwijaya dapat dikatakan sebagai kerajaan maritim pertama di Nusantara (lihat om Wiki disini). Serbuan kerajaan Colamandala dari India menghancurkan jalur perdagangan sekaligus meruntuhkan masa jaya kerajaan ini pada abad ke-12.

Tujuh abad kemudian giliran Kerajaan Majapahit, dengan patihnya Gadjah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa, bergantian menguasai Nusantara dan wilayah sekitarnya. Cakupan wilayah Majapahit jauh lebih besar daripada Sriwijaya, meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia sekarang, kecuali Padjadjaran, bahkan hingga semenanjung Melayu dan sebagian Philipina sekarang. Walaupun menguasai seluruh Nusantara, namun kerajaan Majapahit juga dikenal sebagai negara agraris yang menyiapkan lumbung-lumbung padi bagi logistik tentara maupun masyarakatnya (lihat Wiki disini). Rajanya yang terkenal adalah Hayam Wuruk, yang bersama Gadjah Mada memulai ekspansi ke seluruh wilayah Nusantara dan sekitarnya. Namun perang saudara melemahkan kerajaan tersebut hingga runtuh pada abad ke-15 di kala kekuasaan kerajaan Islam mulai tumbuh di seantero Nusantara. Kerajaan Mataram pada masa Sultan Agung juga berupaya untuk mengembalikan kejayaan Majapahit, namun keburu gagal karena Belanda sudah terlanjur masuk ke Nusantara.

Bila diperhatikan, siklus kedua kerajaan besar itu berlangsung dalam tujuh abad sekali. Saat ini sudah tujuh abad berlalu dari masa jaya Kerajaan Majapahit, namun belum tampak tanda-tanda ke arah kejayaan bangsa di Nusantara. Demokrasi yang telah dibangun selama ini ternyata belum mampu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Bandul kesejahteraan masih bergoyang pada kelompok-kelompok tertentu yang dekat dengan kekuasaan atau memang berusaha mandiri tanpa tergantung pemerintah. Sementara di sisi lain kondisi masyarakat masih memrihatinkan dan belum mentas, malah cenderung semakin membesar, walaupun data BPS mengatakan sebaliknya.

Di negara-negara timur, kharisma atau ketokohan masih ikut menentukan hidup matinya suatu bangsa. Negara-negara berbasis kerajaan hidupnya relatif tenang dan agak sedikit makmur karena masih ada raja yang dihormati rakyat, bisa dilihat pada Kerajaan Jepang, Thailang, Brunai, Saudi, dan Kerajaan Federal Malaysia. Walaupun ada pergolakan, namun ketika sang raja turun tangan, situasi menjadi reda seperti kejadian di Thailand. Demikian pula negara-negara berbasis semi kerajaan seperti Singapura, Cina, Vietnam, perlahan namun pasti merangkak maju ke depan. Namun ketika negeri yang benar-benar menerapkan demokrasi secara utuh, ketika sang tokoh yang dicintai tidak ada lagi, pergolakan seolah terjadi hampir setiap periode tertentu. Lihat di India, Pakistan, Philipina, Libanon, Suriah, cenderung kekerasan lebih mengemuka daripada musyawarah. Indonesia masih lumayan, tidak sampai terjadi kekerasan, namun pergolakan seolah tiada habisnya. Hanya Korsel dan Taiwan mungkin yang tidak terlalu kedengaran dan relatif lebih makmur dari yang lain. Rasanya lelah sudah berdemokrasi bila rakyat dan pemerintahnya belum menjadi dewasa.